Hidup Tentang Proses, Meneguhkan AKAR Jejak Digital Lewat Blogging
Daftar Isi
Saat itu, pemasukan tidaklah banyak. Dengan harga kebutuhan bahan pokok yang tidaklah murah, saya berusaha untuk mencari jalan pemasukan yang lain.
Berfikir, bagaimana tetap bisa menjalankan peran sebagai ibu dan istri, di satu sisi anak tidak kehilangan bonding time 7/24 bersama setiap hari.
Berfikir, bagaimana tetap bisa menjalankan peran sebagai ibu dan istri, di satu sisi anak tidak kehilangan bonding time 7/24 bersama setiap hari.
Aktif mengikuti rentetan aktivitas digital, hingga menemukan passion menjadi seorang blogger. Begini ceritanya.
Cita-cita Almarhum bapak ketika saya masih kecil
Koran yang berisi cerita pendek, gambar-gambar lucu menjadi santapanku saat berusia belasan tahun. Tepatnya saat diriku masih berseragam putih biru (dongker).Menggunting aneka cerita pendek dari koran, yang saya jadikan kliping, di fotocopy dan jadilah buku.
Meski tidak tahu seberapa sering saya membacanya, bagiku kegiatan ini sangatlah menyenangkan pada masanya.
Aktivitas jurnaling, secara tidak langsung melekat pada diri. Tanpa disadari, kebiasaan ini berlanjut hingga masa kuliah dan sekarang.
Buku tulis yang berisi judul lagu, saya sendirikan. Kata motivasi atau quote kehidupan yang related dengan perasaan, saya gunting dan kumpulkan jadi buku. Serandom itu masa remajaku.
Hingga saya sudah bisa menentukan pilihan, jurnalistik menjadi ruangku untuk bertumbuh dan berproses. Semakin jatuh cinta.
Di bangku kuliah, saya mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang di dalamnya ada aktivitas menulis, diskusi dan sharing. Pokok, yang ada kaitannya dengan kegiatan literasi,saya ikuti semua.
Menjajal bikin tulisan dan kirim di koran sindo (waktu itu). Alhamdulillah tembus dan dimuat. Mendapat bayaran Rp 100.000 jaman mahasiswa tahun 2014an, sungguh membuatku bangga.
Berlanjut, menjajal memberikan komentar di koran (cetak) republika. Alhamdulillah lolos. Karena bagiku, bisa lolos di koran republika adalah suatu hal yang menantang, dengan menggunakan strategi buat komentar dan kirim awal, akhirnya saya bisa membuktikan . Im goals.
Tak terasa, aktivitas yang berkaitan dengan menulis membuatku menemukenali siapa diriku.
Saya bisa ya, menelurkan buku antologi. Saya bisa ya merawat blog pribadiku hingga sekarang.
Kalimat-kalimat penguat yang sampai detik ini, menjadi sumber energi sekaligus teman penghibur di saat otak dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang semrawut (beraneka ragam).
Karena tidak suka aktivitas itu, ya secara tidak langsung saya menolak (tanpa mengucap langsung). Dulu sempat dimasukkan ke pesantren. Karena hidayah tidak kunjung datang, gagal gaes. Justru, saya berhijrah semenjak masuk dunia perkuliahan. Menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Kini, saya bisa berbagi kepada pembaca melalui blog pribadiku. Bisa menebar manfaat, menyampaikan pesan untuk bisa dinikmati siapapun. Alhamdulillah
Pak, sekarang windi juga jadi pendakwah hlo. Lewat tulisan di blog yang windi buat dengan jemari tanganku. Maaf ya Pak. Windi mengusahakannya hanya begini. Tapi, windi sudah bangga sama diri sendiri. Satu persatu keinginan Bapak, bisa saya wujudkan . Meski dengan proses yang tidak instan dan cukup lama bisa di titik ini. Bapak ingin, saya menjadi orang yang bermanfaat kan ?
Bisa menemukenali diri sendiri, mau menerima kondisi diri, terus berusaha dan diiringi doa menjadi habit yang ditularkan oleh orang tua. Tidak heran, jika saya pun harus bekerja keras sampai sekarang.
Dari berbagai tantangan di kehidupan, saya jadi belajar hikmah perjalanan di dunia. Hingga memutuskan masuk kembali di ranah pendidikan dan menjadi guru bimbingan konseling, ingat betul. Masa kuliah justru menjadi ruang bagi saya bertumbuh dan berproses. Mengkonseling diri sendiri hingga menemukan hobi “blogging”. Saya menyebut diriku seorang teacher blogger.
Tantangan Blogger
Tak berhenti pada menemukan hobi baru bernama blogging. Tantangan demi tantangan telah terlewati. Saya berpikir, bagaimana caranya, tetap konsisten ngeblog walau kesibukan bertambah. Bukan hal mudah pastinya, tapi, saya yakin pasti bisa.Tak selamanya, perjalanan hidup itu menyenangkan. Kadang ada rasa iri, bersyukur dan ingin mencapai kesuksesan sebagaimana kata pepatah “ rumput tetangga lebih hijau”. Ada kalanya muhasabah diri, sebagai wujud untuk perbaikan dengan mengetahui kekuatan dan kekurangan diri.
Ada banyak warna (sebut saja ujian hidup) hingga menjadi pelangi kehidupan. Satu per satu persoalan, perlu diselesaikan dengan cara yang benar. Awalnya, cukup matang menyambut baik peran sebagai teacher blogger. Lama-lama, saya merasa agak kuwalahan atur waktu dan merasa butuh ruang untuk charge energi untuk menyalakan kobar semangat dan makin berdampak di ruang digital
Akhirnya, bertemu dan tahu informasi Bloggercrony dari teman. Saya kepoin instagramnya. Berlanjut daftar kegiatannya. Bloggerday adalah kegiatan pertama semenjak tahu acara Bloggercrony ternyata seru-seru. Ah, bikin semakin tertarik dan tetap cinta dengan Bloggercrony sampai sekarang.
Blogger di Indonesia cukup banyak. Ibarat kata, teman pekerja kreatif seperti saya tidaklah sedikit. Sejak masuk dunia blogging, ada udara segar yang bisa saya nikmati. Bahkan bisa menjadi jalan untuk menghibur diri, dan menghasilkan cuan tambahan. Salah satu yang membuat saya tetap bertahan, adalah dampak nyata saya bergabung di Komunitas Bloggercrony.
Berbagai kegiatan rutin difasilitasi BCC untuk saling bertukar informasi dari tulisan blog peserta. Dinamai Blogwalking, yang diselenggarakan setiap selasa. Tidak boleh ada tema blog yang sama di setiap list, membuat #BWTuesday padat berisi dan unik menurutku. Karena rule yang ditetapkan tidak memberatkan, justru membuat kaya literatur bagi peserta yang ikutan.
Program lainnya adalah Bloggerpreneur. Memberikan kesempatan bagi teman blogger yang memiliki usaha atau bergabung di UMKM untuk mempromosikan produknya. Ini juga menjadi jalan pintas untuk saling support bisnis kecil dan menengah untuk meluaskan manfaat produk/jasanya.
Saya sepakat. Mengingat kondisi negara yang tidak baik-baik saja seperti sekarang. Mulai dari permasalahan ekonomi, banyak PHK, korupsi dan lainnya menjadi bukti bahwa pintar saja tidaklah cukup. Butuh keterampilan unik yang bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan jaman. Saya juga butuh koneksi yang semakin luas, yang mana nantinya bisa menjadi penolong dikala saya memang butuh rangkulan untuk tetap eksis menyalakan dunia blogger dengan menyebar informasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Setiap perayaan hari lahir Bloggercrony (yang disebut Bloggerday), selalu ada hal menarik yang dapat dipetik. Merasa punya keluarga dan orang yang merangkul, membuat saya betah berlama-lama mengikuti setiap acara yang diselenggarakan BCC. Hanya saja, kadang terkendala waktu dan tempat karena domisili jauh dari tempat Bloggercrony dilahirkan. Saya di provinsi jawa timur, BCC di Jakarta. Menthok, saya jadi peserta online terus. Hehehe
Solusi mufakat, yang BCC inisiasi agar tetap dapat mengikuti baik secara online maupun offline, teman blogger tinggal pilih. Baik banget pengurus BCC.
Menariknya lagi, setiap acara Bloggerday selalu bagi-bagi hadiah. Sangat bersyukur. Saya salah satu dari sekian peserta yang hoki dan pasti mendapatkan reward. Melalui undian, lumayan dapat transferan uang elektronik buat jajan bakso.
Program lainnya adalah Bloggerpreneur. Memberikan kesempatan bagi teman blogger yang memiliki usaha atau bergabung di UMKM untuk mempromosikan produknya. Ini juga menjadi jalan pintas untuk saling support bisnis kecil dan menengah untuk meluaskan manfaat produk/jasanya.
Banyak kesempatan dan peluang yang bisa diciptakan, asal kita mau bergerak, meningkatkan keterampilan diri dan turut beradaptasi meluaskan jaringan, perkara menghadapi tantangan-tantangan jaman yang sulit diprediksi akan mampu dihadapi.
Saya sepakat. Mengingat kondisi negara yang tidak baik-baik saja seperti sekarang. Mulai dari permasalahan ekonomi, banyak PHK, korupsi dan lainnya menjadi bukti bahwa pintar saja tidaklah cukup. Butuh keterampilan unik yang bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan jaman. Saya juga butuh koneksi yang semakin luas, yang mana nantinya bisa menjadi penolong dikala saya memang butuh rangkulan untuk tetap eksis menyalakan dunia blogger dengan menyebar informasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Setiap perayaan hari lahir Bloggercrony (yang disebut Bloggerday), selalu ada hal menarik yang dapat dipetik. Merasa punya keluarga dan orang yang merangkul, membuat saya betah berlama-lama mengikuti setiap acara yang diselenggarakan BCC. Hanya saja, kadang terkendala waktu dan tempat karena domisili jauh dari tempat Bloggercrony dilahirkan. Saya di provinsi jawa timur, BCC di Jakarta. Menthok, saya jadi peserta online terus. Hehehe
Solusi mufakat, yang BCC inisiasi agar tetap dapat mengikuti baik secara online maupun offline, teman blogger tinggal pilih. Baik banget pengurus BCC.
Menariknya lagi, setiap acara Bloggerday selalu bagi-bagi hadiah. Sangat bersyukur. Saya salah satu dari sekian peserta yang hoki dan pasti mendapatkan reward. Melalui undian, lumayan dapat transferan uang elektronik buat jajan bakso.
Sebenarnya, yang paling diuntungkan adlah peserta offline. Sepadan dengan effort dan upaya kerasnya. Bloggercrony sangat mengapresiasi. Makanya, ketika teman blogger yang join jadi peserta offline kirim foto dan mengkabarkan kondisi mereka, pengen banget ikutan (sebenarnya)
Sangat salut kepada teman-teman offline peserta Bloggerday BCC, dengan sukarela mau terlibat menebar ilmu dan pengalamannya untuk menjadi pengajar di Yayasan Indah Berbagi. Tahun ini, Yayasan Indah Berbagi anak yatim, yang memberikan ruang bagi teman blogger untuk kolaborasi dalam kegiatannya. Wah, ini bisa jadi jalan memperpanjang usia dengan gabung di kegiatan yang bertabur pahala. Semoga suatu saat nanti, saya bisa deh.
Ketulusan yang ditularkan oleh Pengurus dan panitia Bloggercrony di acara Bloggerday selalu memberikan energi penuh dan membuka pintu kesempatan agar para blogger mau menguatkan pondasi, menjadi blogger yang tangguh, berkembang, dan menjadikan tempat/media mana saja sebagai lahan dakwah (menebar kebaikan). Sejatinya, kita adalah sesama makhluk yang ditugaskan untuk saling tolong-menolong. terharu dengan misi BCC dalam meluaskan program partnership. Teladan !
Tak kalah seru, apresiasi dan nominasi. Most wanted blog award tahun ini, jatuh pada blogger laki-laki. Ini adalah hal pertama sepanjang Bloggerday BCC diselenggarakan. Uniknya, apresiasi bagi blogger yang jarang update tulisan, juga diberikan oleh kakak-kakak panitia.
Mendengar nominasi itu, saya kaget . Sempat berpikir keras juga, maksudnya apa ya?
Hal ini, menjadi cambuk bagi diri saya sendiri. Karena pernah berada di posisi, mager bikin tulisan. Jarang update, dengan dalih sibuk dengan urusan di kehidupan nyata. Ini adalah pengingat, mengaku blogger, ya jangan sampai tidak mengisi blognya dengan tulisan-tulisan baru. Jangan sampai, jadi sarang laba-laba karena tidak konsisten merawat blognya dengan baik. Hayo, katanya seorang blogger ?, sambil nunjuk diri sendiri.
Sepenggal cerita Bloggerday yang saya tuliskan disini, adalah jejak kebaikan Bloggercrony. Semoga, saya tidak pernah bosan bertumbuh menjadi blogger yang mau menguatkan AKAR untuk menorehkan karya melalui jejak digital bersama Bloogercrony.
Selamat ya, Bloggercrony. Telah mencapai usia 10 tahun eksis di dunia blogging. Ini menjadi bukti bahwa blogger itu ada. Blogger punya kesempatan luas untuk mengisi kursi kosong, meluaskan manfaat sebagai manusia.
Lantaran hal itulah, cepatnya teknologi yang terus memuncak, blogger harus punya tools yang dapat dijadikan pegangan untuk terus bertumbuh layaknya tanaman yang disemai bijinya, bertunas, tumbuh besar hingga tanamannya menghasilkan buah/bunga yang bermanfaat bagi sesama makhluk. AKAR yang dimaksud adalah ini :
Aktif
Saat sudah menebar benih, ya gimana caranya merawat benih itu menjadi tanaman. Blogger, punya aset digital bernama blog. Rumah digital yang isinya dihiasi dengan aneka tulisan. Blog tersebut akan bernilai dan semakin banyak pembacanya, bergantung dari si pemillik merawatnya.Mengisi tulisannya dengan artikel organik, yang disajikan dengan kekhasan si blogger. Dari sini, blog bisa mendatangkan income. Mulai dari conten placement, review produk dan lainnya.
Senior blogger pernah menyampaikan, jangan jadikan blog sebagai sumber penghasilan jika mindsetmu masih menganggap, “saya ngeblog, ingin menambah cuan saja”. Kalau tidak ada job blogger, ya tulisan tidak update. Pemikiran ini yang salah besar. Kebiasaan ini juga yang bisa mencegah produktivitas menulis menurun. Keaktifan teman blogger menjadi penentu masa depan. Penyaji informasi yang jujur untuk dinikmati pembaca.
Kreatif
Percaya diriku seringkali menurun, akibat kalah dalam lomba blog. Hahaha. Pemikiran ini sebenarnya konyol. Kesalahan ada di saya sendiri. Kurang telaten dalam meracik tulisan dan perbendaharaan diksi yang tidak saya latih secara konsisten. Meski demikian, kreativitas blogger memang diperlukan. Untuk menghadapi tantangan blogger, berpikir menemukan ide-ide baru perlu dibiasakan.Kreatif adalah naluri yang ada pada setiap manusia. Kemampuan (daya pikir) yang jika tidak dirangsang, ya tidak akan berkembang. Ide ini dapat dituangkan dalam meracik tulisan. Gimana seorang blogger dapat menyajikan tulisan yang didalamnya terdapat pemecahan masalah dari pengalaman yang pernah dialami. Ketulusan-ketulusan ini akan bisa dirasakan pembaca. Ini yang sering saya rasakan. Saat membaca tulisan teman blogger atau senior blogger, pasti ada insight baru yang saya dapatkan.
Adaptif
Saya menyadari, tantangan sebagai blogger memang kian meningkat. Perkembangan dan teknologi yang kian melesat, tidak dipungkiri membuat saya untuk terus beradaptasi merespon perubahan itu. Makanya, sebisa mungkin saya melibatkan diri di kegiatan komunitas, supaya diriku tidak gagap ketika ada hal baru.Relevan
Seringkali saya harus bersabar, tatkala dalam meracik tulisan saya terbentur dengan waktu dan padatnya aktivitas sehari-hari. Bekerja sesuai due date, saya juga harus menguasai bagaimana menyajikan gambar atas dasar kreativitas. Tidak mudah memang, untuk proses menjadi bisa. Hal yang sama , dimana kadang, saya juga harus bisa edit video ala-ala selebgram atau konten kreator kondang.Semua ini butuh proses. Meskipun blogger ranah utama untuk menebar manfaat luas melalui platform pribadi, media sosial juga turut menjadi personal branding yang harus dirawat dan ditingkatkan.
Menelusur lebih jauh, blogger adalah pekerjaan kreatif yang menantang hlo. Jika mau dijalani dengan sempurna, wah banyak skill yang perlu dikuasai.
Kehadiran Bloggercrony, justru merangkul blogger untuk tidak melupakan hal ini. Mengajak menjadi manusia kuat dengan berproses menjadi blogger yang punya value. Makanya, skill mana yang perlu dikembangkan harus ada relevansi dengan apa yang menjadi fokus blogger. Saya memandangnya sebagai profesionalitas blogger dalam menjalankan perannya, mengukir jejak digital.
Menentukan Arah Tujuan, Jangan Asal Mengalir
Selama ini, ada hal penting yang tidak disadari menggerus semangat dalam menekuni dunia blogging. Saya menganggap, tahun ini tahun yang cukup berat dibandingkan tahun sebelumnya.Mungkin, mindset saya salah dalam menentukan bahwa blogging adalah jalan kedua saya untuk menambahkan cuan, bukan sepenuhnya menjadi fulltime blogger. Ketika ada tantangan yang tidak dapat saya selesaikan, justru membuat saya semakin menurun. Berujung, artikel di blog tak kunjung saya kerjakan dari yang biasanya bisa menelurkan 4 artikel organik dalam satu bulan.
Mengingat Kembali, Big Why NgeBlog
Awal pembuka paragraf di artikel yang saya tulis di atas, telah tercurahkan semua. Ini menjadi titik balik, kenapa blog pribadi saya lahir ? tentu ada alasan dan tujuan. Saya harus lebih kuat lagi menajamkan proses kreatif dalam memanjangkan kebermanfaatan melalui blog. Semoga saya bisa. Mengukir jejak digital dengan baik. Makanya, mengenal diri sendiri jauh lebih efektif dan lebih worth it, dalam menjalani proses kehidupan.Ikhlas menjalani kehidupan
Kadang, saya ngomel-ngomel sendiri. Ketika pekerjaan saya bentrok dengan due date ngeblog. Berasa kepala ingin pecah. Keadaan ini, hampir membuat saya emosi. Lagi-lagi, saya mengatur nafas, dan belajar ikhlas untuk melalui. Lama-lama jadi semakin terlatih, bagaimana menguatkan diri sendiri juga menguatkan pondasi blogging karena memang, ini adalah hobi kreatif yang butuh kesabaran.Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Saya seperti kehilangan arah dan tujuan. Padahal, sudah jelas banget awal ngeblog saya menuliskan big why dan misi. Maklum, namanya manusia. Ketika sedang di fase tidak semangat, saya ogah-ogahan merespon grup komunitas. Acapkali, justru keadaan ini menjadi cambuk bagi saya sendiri. Mana yang katanya ingin jadi blogger profesional ?Lagi-lagi, saya jadi malu sendiri. Semangat bangkit lagi. Setelah melakukan refleksi dan intip obrolan di grup malah bikin semangat naik. Hal ini, yang mahal harganya. Karena sepenting itu menciptakan lingkungan yang mendukung dengan berkomunitas.
Saya semakin yakin, semakin bertambah usia blogging, bertambah pengalaman dalam memupuk karir, akan semakin banyak tantangan yang dihadapi.
Semakin tinggi pohon, akan banyak badai yang menerjang tingginya pohon tersebut. Namun, akar tak pernah protes. Meskipun dia berada dalam tanah, berkatnya, pohon tampak kuat dengan dihiasi daun-daun dan buah yang bisa dinikmati manusia.
Berproses yang benar, bukan secara instan yang ujug-ujug dapat kita nikmati hasilnya dengan cepat. Ada nilai dan karakter baik yang perlu dipupuk, dikembangkan dan ditularkan kepada manusia lain agar semakin banyak yang menerima manfaat atas apa yang telah kita semai.
Akhir Kata
Terimakasih Bloggercrony. Dari sini saya belajar, bahwa menjadi blogger profesional memang butuh proses yang tidak secepat bikin mie rebus instan. Ada banyak tantangan yang perlu dilalui dengan hati yang ikhlas, sabar, mau menerima sehingga bisa mencapai bahagia atas upaya yang telah diusahakan sebelum-sebelumnya. Akar pondasi saya, tetap perlu dikuatkan lagi.Melalui Bloggerday 2025 ini, membuat mata hati saya lebih terbuka. Kadang, kitanya saja yang blunder dengan pikiran sendiri. padahal kita sebenarnya mampu. Lantas, ketika sedang merasa burn out atau tidak bersemangat, mengingat kekuatan AKAR menjadi jalan terbaik untuk terus melanjutkan misi mengukir jejak digital. Saya tunggu Bloggerday berikutnya ya, Bloggercrony. Entah, kejutan apa lagi yang akan dihadirkan di tiga tahun mendatang.
Semoga makin sukses dan membawa kebermanfaatan bagi para blogger indonesia, khususnya. Selamat satu dekade Bloggercrony. Cieeee, satu dekade
Semoga makin sukses dan membawa kebermanfaatan bagi para blogger indonesia, khususnya. Selamat satu dekade Bloggercrony. Cieeee, satu dekade
Posting Komentar